Pembangunan infrastruktur yang digalakkan Presiden Joko Widodo menyasar berbagai bidang, mulai tol laut, pembangunan jaringan jalan tol baru, jembatan, yang sebagaian sudah digunakan. Lalu pembangunan jaringan kereta massal atau mass rapid transit (MRT), dan light rail transit (LRT) yang masih berjalan dan diharapakan rampung tahun 2018 dan 2019 serta yang sudah diresmikan, pembangunan jaringan kereta api Bandara Soekamo-Hatta (Soetta).

Pengoperasian Kereta Api (KA) Bandara Soetta diresmikan Presiden Jokowi pada Selasa (2/1). Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti. Seusai persemian, Jokowi langsung meninjau area. Ia memantau lobi dan tempat penjualan tiket, dan mencoba langsung kereta api tersebut.

Pada pengoperasian perdana pekan lalu (26/12), KA Bandara Soekamo-Hatta mengangkut 4000 penumpang. Jika beroperasi maksimal, kereta yang berangkat setiap 30 menit ini mampu menampung 33.000 penumpang setiap hari.

Kita menyambut gembira diresmikannya kereta bandara ini, sebab selama ini bagi mereka yang akan menggunakan jasa transportasi udara di Bandara Soetta, harus berfikir dan menghitung waktu tempuh yang kadang tak bisa diduga atau diprediksi. Karena jalan menuju Bandara Soetta hanya satu saja yakni jalan tol. Banyak di antara kita yang pernah terjebak berjam-jam di jalan tol menuju bandara dan pastinya, mengalami stres luar biasa.

Dengan adanya kereta bandara, maka ada alternatif bagi calon penumpang pesawat menuju Bandara Soeta, dan waktu tempuhnya pun mendekati kepastian yaitu antara 55 menit atau paling lama satu jam. Fasilitas kereta dan kenyamanannya pun dijamin oleh pengelola. Dan kereta bandara ini tersambung juga dengan kereta tanpa awak yang sebelumnya sudah diresmikan yakni skytrain. Penumpang bisa memanfaatkan skytrain untuk keperluan ke terminal satu, dua, dan tiga secara gratis.

Pada acara peresmian itu, Presiden Jokowi ingin agar masyarakat mulai secara perlahan meninggalkan kendaraan pribadi jika ingin menuju Bandara Soeta dan bis amemanfaatkan kereta bandara ini. Dengan demikian, kereta bandara ini bukan hanya untuk pelayanan dan kenyamanan calon penumpang pesawat dan mereka yang bergiat di bandara, tetapi pada saat bersmaan bisa mengurangi kemacetan. Karena ke depan, kata Presiden, kereta bandara terintegrasi dengan LRT, MRT, dan Transjakarta.

Sebenarnya sebelum peresmian Kereta Bandara Soeta, kita sudah memiliki Kereta Bandara Kuala Namu, Medan, Sumut, yang mulai beroperasi tahun 2013. Sedangkan untuk bandara lain, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, juga tengah membangun jaringan kereta bandara. Tujuannya, untuk memudahkan penumpang pergi dan pulang dari bandara dengan cepat, aman, dan nyaman.

Sesungguhnya harapan untuk bisa menyambungkan moida transportasi dari stasiun atau terminal bus di Kabo-detabek dengan Bandara Soetta melalui moda kereta api sudah lama dicanangkan, tetapi pembangunannya terus mengalami kendala. Barulah pada masa pemerintahan Presiden Jokowi ini, komitmen pemerintah benar-benar diseriusi dan direalisasi.

Sebagaimana diketahui, pembangunan jalur untuk kereta Bandara Soetta ini mengharuskan pembebasan lahan terhadap beberapa titik. Pembangunan jalur sempat terhenti karena masalah pembebasan lahan. Pembebasan lahan ini salah satunya melibatkan dua pabrik yaitu pabrik PT Gabri dan Pt Indoitali yang akhirnya menyerahkan lahannya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan waktu kepada kedua pabrik ini untuk memindahkan barang-barang miliknya hingga akhir Juli lalu.

Setelah berhasil dipindahkan, pembangunan jalur yang memasuki lintas Batu Ceper hingga ml dapat dilanjutkan. Proses pembebasan lahan ini berdampak pada 13 pabrik yang menyebabkan tarik menarik harga dalam proses pembebasan ini. PT KAI harus membebaskan 815 bidang tanah seluas 36 hektare untuk membuat jalur kereta bandara itu. Tanah tersebut meliputi 8 kelurahan dari 5 kecamatan.

Kini, semua upaya telah dituntaskan dan masyarakat bisa menggunakan sarana kereta bandara untuk menuju Bandara Soeta dan kembali ke rumah juga dengan kereta bandara dan menyambung dengan moda transportasi lain yang sudah disediakan.

http://klipingkemenhub.com/