Korea Selatan berminat untuk berinvestasi di proyek infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya kereta api.

Menteri Koordinator Bidang Kemari timan Luhut Binsar Padjaitan mengatakan investasi dari luar negeri memang dibutuhkan oleh Indonesia, karena dana APBN tidak mungkin cukup untuk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia menyambut baik niat pemerintah Korsel untuk berinvestasi, salah satunya di proyek kereta ringan [light mil transit/LRT). “Saya berharap sudah ada yang bisa terealisasi sebelum kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korsel,” katanya melalui siaran pers, Rabu (20/12).

Mengenai kepastian investasi, Luhut menjanjikan untuk segera memberitahukan jika tender sudah dibuka.

Sementara itu, Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Kim Hyunmee menegaskan pihaknya telah berkomitmen untuk turut serta dalam pembiayaan LRT tahap II dan in. Namun, mereka masih menunggu kepastian investasi.

“Korea Selatan sangat tertarik mengikuti tender bakal pelanting [mlling stock] untuk LRT. Produk kami ini sudah terkenal secara global,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Kim juga menjelaskan bahwa negaranya telah sukses melakukan pembangunan kereta api cepat yang diadaptasi dari teknologi Prancis.

Korsel beberapa tahun terakhir ini mengalokasikan lebih banyak dana untuk investasi infrastruktur di luar negeri.

Oleh karena itu, Pemerintah Korsel memberikan dukungan seluas-luasnya kepada perusahaan-perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut untuk menanamkan modalnya di Indonesia. “Kami harap Indonesia juga melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Tahun ini saja Korsel mengalokasikan dana untuk pembiayaan infrastruktur negara-negara berkembang senilai USS500 miliar dolar. Dari jumlah tersebut, khusus negara-negara di Asia Tenggara dialokasikan US$100 miliar.

Korsel merupakan salah satu negara yang getol melobi Indonesia terkait proyek kereta api. Pada pertemuan menteri transportasi Asia-Eropa di Bali September lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsel Maeng Sung Kyu.

Dalam pertemuan tersebut pihak Korsel menyatakan ketertarikannya pada sejumlah proyek, salah satunya adalah proyek kereta api Trans Sulawesi.

Namun, saat disodori proyek lain seperti pelabuhan Kuala Tanjung dan bandara Kualanamu di Sumatra Utara serta pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat, mereka pun tertarik menanamkan duitnya di situ.

“Kami beri kesempatan kepada Korea Selatan untuk berinvestasi terutama di kereta api Sulsel. Potensial juga Kuala Tknjung, Kualanamu dan Kijing,” kata Budi.

Total nilai investasi yang diperkirakan bisa diperoleh dari Korea Selatan sekira Rp20 triliun. Salah satu pertimbangan Korea Selatan berminat menaruh uangnya di Indonesia karena mereka cukup yakin mampu bersaing dengan China dan Jepang, baik dalam kualitas produk maupun harga. (Abdul Rahman)

http://klipingkemenhub.com/