PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan siap melayani angkutan pada masa libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kesiapan ini disampaikan Komisaris PT KAI Riza Primadi di sela-sela inspeksi di sepanjang jalur Jakarta sampai Banyuwangi, Selasa (19/12).

Menurut Riza, PT KAI telah mendapatkan laporan tentang kesiapan menyelenggarakan angkutan Nataru dari Kepala Daerah Operasi Kereta Api Indonesia (DAOP) I Jakarta, DAOP III Cirebon, DAOP IV Semarang, dan DAOP VIII Surabaya.

“Masing-masing menyatakan tidak ada kendala berarti dan siap menggelar angkutan Natal dan tahun baru,” katanya di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur. PT KAI menyiapkan pelayanan angkutan Nataru mulai 22 Desember hingga 7 Januari 2018.

PT KAI juga menyediakan kereta tambahan untuk masa liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Senior Manager Humas Daop 1 KAI Suprapto mengatakan, akan mengoperasikan 17 kereta api tambahan.

Suprapto menjelaskan, 17 kereta tambahan tersebut akan diberangkatkan di stasiun yang berbeda dari Jakarta. “Dua belas kereta api berangkat dari Stasiun Gambir dan lima kereta api lainnya berangkat dari Stasiun Pasar Senen,” kata Suprapto.

PT KAI menyediakan empat kereta tambahan menuju Jawa Barat, tujuh ke Jawa Tengah, dan enam ke Jawa Timur. Sementara, untuk jumlah perjalanan KA reguler yang biasa beroperasi, Suprapto memastikan terdapat 55 perjalanan. Dengan begitu, total jumlah KA yang siap melayani p’enumpang pada masa angkutan Nataru adalah 72 perjalanan KA.

Perusahaan sepur ini memproyeksikan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar tujuh persen dibandingkan musim libur akhir tahun lalu. Sebanyak 628.961 orang akan menggunakan perjalanan KA di wilayah Daop 1 Jakarta selama masa liburan tahun ini. Sedangkan, pada tahun yang lalu tercatat sebesar 588.093 penumpang.

Sampai dengan Senin (11/12), posisi penjualan tiket tanggal 22-23 Desember 2017 untuk relasi Jakarta ke sejumlah kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur memiliki okupansi berkisar antara 98 sampai 100 persen. Selain tanggal-tanggal itu, oku-pansinya masih berkisar 60 sampai 100 persen.

PT KAI diketahui memiliki dua musim liburan penting yang harus mendapat pelayanan terbaik, yaitu pada masa Idul Fitri dan Nataru. Sebab, jumlah penumpang masa-masa ini jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. “Sehingga, persiapannya harus betul-betul matang yang melibatkan jajaran direksi dan komisaris,” ujar Riza menambahkan.

Mantan Staf Khusus Menteri BUMN ini memastikan, inspeksi yang dilakukannya untuk meninjau kesiapan angkutan Natal dan tahun baru meliputi seluruh stasiun di jalur selatan dan utara Pulau Jawa. Hal lain adalah kesiapan masinis yang tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan selama pelayanan.

Sementara itu, jumlah penumpang bus, baik yang berangkat maupun datang di Terminal Giwangan Yogyakarta selama libur Nataru, diperkirakan mengalami penurunan. “Perkiraan ini didasarkan pada kecenderungan jumlah penumpang selama Natal dan tahun baru dalam lima tahun terakhir yang mengalami penurunan,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, rata-rata jumlah penumpang datang di Terminal Giwangan Yogyakarta pada tahun ini hanya akan mencapai 16.575 orang. Jumlah ini berkurang 3,2 persen dibanding rata-rata penumpang tahun lalu sebanyak 17.130 orang. Sedangkan, penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Giwangan Yogyakarta jumlahnya berkurang 3,4 persen dibanding tahun lalu, yaitu dari 16.552 orang menjadi 15.956 penumpang.

Bekti mengatakan, penurunan jumlah penumpang bus dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya, calon penumpang lebih memilih moda transportasi lain, seperti kereta api, pesawat, hingga kendaraan pribadi.

Dari Garut, tim gabungan Polres Garut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut menggelar tes urine terhadap para sopir bus dan elf di Terminal Guntur, Garut, Selasa (19/12). Tercatat 60 sopir mengikuti tes.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, tes urine merupakan bentuk antisipasi penggunaan narkoba di kalangan Sopir. Adapun mengenai satu orang yang terindikasi menggunakan obat-obatan itu akan diperiksa lebih lanjut.

Tidak dibuka

Terkait prasarana jalan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah tidak akan membuka tol darurat Brebes-Gringsing di Jawa Tengah sepanjang Nataru. Menurut dia, pemerintah akan memaksimalkan penggunaan jalur pantai utara Jawa dan jalur selatan Jawa.

“Titik dari Tol Cipali di mana kita tidak bisa menggunakan lagi tol darurat Brebes-Grinsing menjadi perhatian kita untuk dapat mengelolanya dengan baik,” kata Menhub. Sebelumnya, selama masa angkutan Lebaran 2017, pemerintah membuka tol darurat Brebes-Grinsing untuk memperlancar arus lalu lintas.

Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra menyebutkan, untuk pengamanan Nataru, rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Untuk jalan tol, jika arus lalu lintas tidak lancar, akan dialihkan melalui pintu keluar menuju pantura.

Kemudian jika terjadi antrean di jalur pantura, kendaraan akan dialihkan melalui Kabupaten Kuningan. “Mudah-mudahan tidak sampai ke jalur selatan,” ujar Risto di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/12).

Sedangkan di Kota Bekasi, Kepala Bidang Lalu Lintas Dis-hub Kota Bekasi Johan Budi, Selasa (19/12), mengungkapkan, Dishub Kota Bekasi masih melakukan pemetaann titik-titik rawan kemacetan. Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah Jalan Noer Alie, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. “Yang pasti yang harus kita siapkan adalah di Jalan KH Noer Ali yang penghubung dari Jakarta ke jalan tol,” ujarnya.

Sebab, menurut Johan, ruas jalan itu merupakan titik pintu keluar tol yang pastinya akan dipadati kendaraan-kendaraan dari Jakarta.

Titik-titik kemacetan yang lainnya saat ini masih pihaknya diskusikan. Namun, secara keseluruhan, Johan mengatakan pada dasarnya perlakuan rekayasa lalu lintas nanti tidak jauh berbeda dengan masa liburan Idul Fitri lalu.

antara/rahayu subekti/lilis sri handayani/rizky suryarandika/farah noersativa ed: muhammad iqbal

http://klipingkemenhub.com/