JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro ingin membuka layanan kereta rute Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung. Ia mengatakan infrastruktur jalur Cianjur-Padalarang bisa dibuka dan dimanfaatkan.

“Karena track-nya ada,” ujar Edi di gedung Jakarta Railway Center, Jakarta, kemarin. Dengan begitu, Edi berharap warga Bogor dan sekitarnya yang hendak ke Bandung tidak perlu ke Jakarta lebih dulu.

Saat ini, menurut Edi, PT PP (Persero) sedang melakukan studi kelayakan terhadap rute tersebut. Ia berharap studi kelayakan bisa segera selesai. “Bahkan saya berharap dari Bogor disambung sudah listrik (kereta rel listrik/KRL). Itu ngangkut-nya bisa lebih banyak lagi. Tapi kita lihat hasil FS (feasibility study)-nya,” ucapnya.

Angkutan kereta hingga saat ini masih menjadi moda transportasi yang diminati publik. KAI mencatat sebanyak 389 juta orang menggunakan jasa kereta selama 2017. Jumlah itu meningkat 16 persen dibanding pada tahun sebelumnya, yang sebanyak 352 juta penumpang.

“Itu total dari semua pengguna kereta, baik KRL, kereta jarak jauh, maupun kereta lokal,” ujar Edi. Ia menyebutkan jumlah penumpang selama 2017 itu melebihi target yang ditetapkan perusahaan sebanyak 373 juta penumpang.

Rinciannya, sebanyak 571 ribu penumpang kereta eksekutif, 282 ribu pengguna kereta bisnis, 1,72 juta penumpang kereta ekonomi, dan 2,27 juta penumpang kereta lokal. Peningkatan jumlah penumpang terjadi pada kereta Argo Parahyangan rute Gambir-Bandung. “Ada 13 perjalanan, rata-rata isinya sampai 97,48 persen.”

Edi mengatakan kenaikan juga terjadi pada kereta pengangkut barang. “Naik dari 32 juta menjadi 36 juta,” tuturnya. Namun angka tersebut masih berada di bawah target, yakni 39 juta.

KAI, menurut Edi, berencana memberikan fasilitas Wi-Fi di setiap rangkaian kereta. Sejauh ini manajemen masih membicarakan anggaran yang harus disiapkan untuk menyediakan fasilitas Internet tersebut.

Ia menjelaskan, target penyediaan akses Internet itu merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus berinovasi. “Sudah menjadi kebutuhan (penumpang) sekarang. Semua penumpang sudah punya ponsel (telepon seluler),” ujarnya. Rencananya jaringan Internet nirkabel itu dipasang di semua jenis kereta, baik kereta jarak jauh maupun KRL.

Edi mengatakan perusahaan telah memasang target untuk pengadaan fasilitas tersebut, yang akan diwujudkan secara bertahap. “Tahun ini harus ada Wi-Fi, tapi masih harus dibicarakan. Masalah keretanya yang mana, itu tergantung, mana yang memungkinkan untuk on.”

Edi menyebutkan, dengan adanya Wi-Fi di setiap rangkaian kereta, penumpang bisa melakukan pekerjaannya tanpa terhambat sinyal. Sejauh ini, menurut Edi, beberapa stasiun sudah menyediakan akses Wi-Fi bagi pengguna, misalnya di Stasiun Sudirman dan Stasiun Gambir, Jakarta. KARTIKA ANGGRAENI | YOHANES PASKALIS | RETNO SULISTYOWATI

http://klipingkemenhub.com/