Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan evaluasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang hingga saat ini belum juga terealisasi meski telah ground-breaking sejak 2016. Evaluasi akan dilakukan dalam satu bulan ke depan untuk menge tahui masalah yang menjadi kendala proyek tersebut.

“Sekarang saya mau evaluasi, saya disuruh evaluasi. Presiden ingin tahu, kenapa. Pokoknya, saya mau dalam satu bulan ini sudah dapat bentuknya, ini bagaimana, apa yang terjadi,” kata Luhut seusai rapat pimpinan Kemenko Kemaritiman untuk awal tahun anggaran 2018 di Jakarta, kemarin.

Mantan Menko Polhukam itu mengaku baru diperintah beberapa waktu lalu untuk mengevaluasi proyek tersebut. Ia diminta melakukan evaluasi bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dan Menteri BUMN Rini Soemamo.

Meski belum bisa mengatakan indikasi kendala yang membuat proyek kereta cepat pertama itu belum juga terealisasi, Luhut mengatakan, rencananya proyek tersebut akan terhubung dengan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. “Presiden sudah minta evaluasi, Jakarta-Bandung mungkin sampai Kertajati. Karena kalau sudah sampai di situ, 200 km, mungkin reason-able (wajar) biayanya,” katanya.

Dengan evaluasi tersebut, Luhut mengaku, proyek itu akan berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman karena masuk ranah program kementerian di bawah koordinasinya. “Kira-kira begitu, karena inikan masalah perhubungan, di bawah saya juga,” katanya menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan ada di bawah koordinasi kementeriannya.

Pada kesempatan sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, evaluasi dilakukan sebagai upaya pemerintah mendapatkan solusi atas proyek yang belum juga terealisasi itu. Menurut Budi, mengenai tenggat waktu penyelesaian proyek akan dibahas dalam rapat Selasa (9/1) di Kemenko Maritim.

Adapun terkait rute baru transportasi massal itu yang nanti akan terhubung ke Bandara Kertajati memang telah direncanakan sebelumnya. Se-mentara kereta cepat tidak akan terhubung dengan Pelabuhan Patimban yang lebih banyak melayani logistik

“Idenya malah bagaimana agar Bandara Kertajati dan Bandara Soekarno Hatta itu linked (terhubung), jadi orang punya pilihan. Memang direncanakan satu waktu Jakarta dan Bandung jadi mega metropolitan. Jadi kita sudah siapkan Kertajati ke Halim bahkan mungkin ke Soekarno Hatta,” ungkapnya.

http://klipingkemenhub.com/